info [at] wihara.org Chat Whatsapp Chat Telegram


Iklan anda ada di sini. Mau? Ads

Inilah 7 Hal Yang Dilakukan Etnis Tionghoa Sepanjang Perayaan Imlek

Ev / Inilah 7 Hal Yang Dilakukan Etnis Tionghoa Sepanjang Perayaan Imlek
  Jan 20, 2020     Admin Wihara  

Perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya dirayakan sehari saja, namun sejatinya dirayakan selama 16 hari (dimulai dari Malam Tahun Baru sampai dengan Festival Lampion). Persiapannya bahkan dimulai sejak 7 hari sebelum Malam Tahun Baru. Ada banyak kegiatan tradisi selama periode ini, tetapi ada juga yang merupakan hal-hal baru. Inilah panduan hari dalam menyongsong perayaan Tahun Baru Imlek.

1. Persiapan sebelum Tahun Baru Imlek (H-7)

A. Membersihkan Rumah

Wihara.org

Mulai dari hari ke-23 bulan ke-12 kalender lunar, masyarakat Tionghoa melakukan bersih-bersih seluruh isi rumah. Kegiatan bersih-bersih ini disebut sebagai “menyapu bersih semua debu” dan melambangkan keinginan untuk menyingkirkan hal-hal lama, perpisahan dengan tahun yang lama dan penyambutan akan tahun yang baru.

B. Belanja Kebutuhan Tahun Baru

Wihara.org

Masyarakat mulai berbelanja kebutuhan makanan, camilan, dekorasi Imlek dan pakaian sebelum Malam Tahun Baru. Tahun Baru Imlek (sama seperti festival Natal) merupakan puncak waktunya orang berbelanja.

Masyarakat Tionghoa biasanya terkenal sangat berhemat. Akan tetapi mereka tidak segan dalam melakukan pengeluaran jika hal itu berhubungan dengan perayaan tradisi.

Contohnya mereka akan membelikan baju yang baru, tanpa memikirkan apakah orang tersebut membutuhkannya atau tidak. Biasanya banyak bazar/pasar dadakan yang menjual semua kebutuhan Imlek di kawasan pecinan menjelang Tahun Baru.

2. Kegiatan di Malam Tahun Baru (H-1)

A. Memasang Dekorasi Tahun Baru

Wihara.org

 Walaupun sebagian besar masyarakat Tionghoa menghias rumah mereka beberapa hari sebelum sincia tiba, banyak juga yang justru memilih melakukannya pada malam tahun baru. Dekorasi yang digunakan berupa lampion merah, untaian bait sajak dan lukisan yang berhubungan dengan tahun yang baru.

Tahun 2017 adalah tahun ayam, sehingga gambar ayam akan banyak ditampilkan sebagai dekorasi. Masyarakat biasanya menggunakan hal-hal berikut sebagai dekorasi.

B. Menempelkan Gambar Dewa Penjaga Pintu

Wihara.org

Menempelkan gambar Dewa Penjaga Pintu (門神; Men Shen) merupakan tradisi penting di kalangan masyarakat Tiongkok selama Festival Musim Semi.

Awalnya Dewa Penjaga Pintu ini dibuat dari kayu persik yang dipahat sebagai sosok laki-laki dan digantung pada pintu. Kini orang cukup menggunakan gambar hasil cetak yang ditempelkan pada pintu.

Masyarakat Tiongkok menempelkan Dewa Penjaga di pintu sebagai doa pengharapan akan berkah, umur panjang, kesehatan dan kedamaian. Dua Dewa Penjaga di kedua bilah pintu dimaksudkan untuk mencegah masuknya roh jahat.

Dewa Penjaga Pintu melambangkan kebenaran dan kekuatan. Oleh sebab itu Dewa Penjaga Pintu selalu digambarkan dengan wajah yang sangar, sambil memegang berbagai senjata dan siap melawan roh jahat.

C. Memasang Untaian Bait Sajak Musim Semi

Wihara.org

Untaian bait sajak musim semi atau tahun baru (春聯: Chūnlián) adalah untaian frasa berpasangan, umumnya masing-masing terdiri dari 7 karakter mandarin, ditulis pada sehelai kertas merah dengan tinta hitam dan ditempelkan pada masing-masing bingkai pintu.

Kadang digunakan sebuah frasa yang terdiri dari 4 atau 5 karakter ditempelkan di bagian atas bingkai pintu. Bait sajak ini berisi harapan-harapan di tahun yang baru.

Sebagian menulis sendiri bait frasa tersebut, tetapi kebanyakan masyarakat membeli hasil cetak yang sudah jadi. Menempelkan untaian bait sajak dimaksudkan agar roh jahat pergi menjauh.

D. Memasang Lukisan Tahun Baru

Wihara.org

Lukisan yang menggambarkan harapan baik, dipasang sebagai dekorasi rumah, agar tercipta suasana pesta musim semi yang bahagia dan sejahtera.

Subjek dari lukisan tahun baru yang sering digunakan adalah lukisan bunga dan burung, bocah laki-laki yang gemuk, ayam yang berwarna kuning keemasan, lembu jantan, buah-buahan yang masak, harta kekayaan, atau legenda dan cerita bersejarah yang menggambarkan harapan akan panen yang berlimpah dan hidup yang bahagia.

E. Memasang Karya Seni Ukir Kertas (cutteristic)